WAWASAN ASIS

Contoh Pengisian Rapor SMP Kurikulum Merdeka per Mapel

Contoh pengisian rapor SMP Kurikulum Merdeka per mata pelajaran: nilai akhir, deskripsi capaian, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan catatan wali kelas.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Kurikulum & Pembelajaran
Ilustrasi guru mengisi rapor SMP Kurikulum Merdeka dengan nilai dan deskripsi capaian

Pengisian rapor SMP Kurikulum Merdeka sering macet bukan di angka, melainkan di kalimat deskripsi. Guru sudah punya nilai sumatif, tetapi bingung menulis capaian yang spesifik untuk tiap murid tanpa terdengar seperti salinan. Artikel ini memberi contoh pengisian rapor SMP per mata pelajaran untuk Fase D (kelas VII–IX), lengkap dengan pola kalimat, kesalahan umum, dan daftar cek sebelum rapor dicetak.

Cara mengolah nilai sumatif menjadi nilai akhir sudah dibahas di artikel "Cara Mengolah Nilai Rapor Kurikulum Merdeka dari Sumatif". Di sini fokusnya pada apa yang ditulis di kolom rapor.

Guru memeriksa nilai sumatif dan menulis deskripsi capaian murid pada rapor SMP

Struktur rapor SMP Kurikulum Merdeka

Format persis bisa sedikit berbeda antarsekolah dan antaraplikasi, tetapi umumnya rapor SMP memuat bagian berikut.

Bagian Isi Pengisi
Identitas Nama, NISN, kelas, semester, tahun ajaran Operator
Nilai akhir Angka 0–100 per mata pelajaran Guru mapel
Capaian kompetensi Deskripsi capaian yang sudah dikuasai dan yang perlu ditingkatkan Guru mapel
Kokurikuler Deskripsi kegiatan kokurikuler dan dimensi profil lulusan Koordinator dan wali kelas
Ekstrakurikuler Nama kegiatan dan keterangan Pembina ekskul
Ketidakhadiran Sakit, izin, tanpa keterangan Wali kelas
Catatan wali kelas Catatan perkembangan umum Wali kelas

Catatan: sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 diganti kegiatan kokurikuler. Untuk format terbaru, rujuk panduan pembelajaran dan asesmen yang berlaku di sekolah Bapak/Ibu.

Pola kalimat deskripsi capaian

Pola yang paling aman dan mudah dipahami orang tua adalah dua kalimat:

  1. Capaian yang sudah dikuasai: "Menunjukkan penguasaan yang baik dalam ..."
  2. Capaian yang perlu ditingkatkan: "Perlu penguatan dalam ..."

Kalimat diambil dari tujuan pembelajaran (TP) yang benar-benar diukur di semester itu, bukan dari capaian pembelajaran yang terlalu umum.

Contoh pengisian rapor SMP per mata pelajaran

Contoh di bawah memakai murid fiktif bernama Raka, kelas VIII semester ganjil.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

  • Nilai akhir: 86
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menjelaskan ketentuan salat jamak dan qasar serta membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang tepat. Perlu penguatan dalam menghafal dalil yang berkaitan dengan sikap jujur.

Bahasa Indonesia

  • Nilai akhir: 82
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menemukan gagasan utama teks berita dan menulis laporan hasil observasi yang runtut. Perlu penguatan dalam menyusun kalimat efektif dan penggunaan tanda baca.

Matematika

  • Nilai akhir: 74
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menyelesaikan persamaan linear satu variabel. Perlu penguatan dalam membaca dan menafsirkan grafik fungsi linear dari soal cerita.

Ilmu Pengetahuan Alam

  • Nilai akhir: 79
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menjelaskan sistem pencernaan manusia dan merancang percobaan sederhana. Perlu penguatan dalam menghitung besaran gerak lurus.

Ilmu Pengetahuan Sosial

  • Nilai akhir: 84
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menjelaskan interaksi sosial dan pengaruh kondisi geografis terhadap kegiatan ekonomi. Perlu penguatan dalam membaca peta tematik.

Bahasa Inggris

  • Nilai akhir: 80
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam memahami teks deskriptif tentang orang dan tempat. Perlu penguatan dalam menulis kalimat menggunakan simple past tense.

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

  • Nilai akhir: 88
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam teknik dasar passing bola voli dan kerja sama tim. Perlu penguatan dalam menjaga daya tahan saat lari jarak menengah.

Informatika

  • Nilai akhir: 85
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menyusun algoritma sederhana dengan diagram alir. Perlu penguatan dalam mengelola data menggunakan lembar kerja.

Seni Budaya (Seni Rupa)

  • Nilai akhir: 87
  • Deskripsi: Menunjukkan penguasaan yang baik dalam membuat gambar ilustrasi dengan komposisi seimbang. Perlu penguatan dalam menjelaskan makna karya secara lisan.

Untuk mapel lain seperti Pendidikan Pancasila, Prakarya, atau muatan lokal, pakai pola yang sama dan ambil TP dari modul ajar masing-masing.

Variasi untuk murid dengan capaian berbeda

Pola yang sama bisa disesuaikan dengan tingkat capaian. Untuk Matematika, misalnya:

  • Capaian tinggi (nilai 92): Menunjukkan penguasaan yang sangat baik dalam menyelesaikan persamaan linear dan mampu menjelaskan langkahnya kepada teman. Perlu tantangan lanjutan pada soal pemodelan dari situasi sehari-hari.
  • Capaian sedang (nilai 78): Menunjukkan penguasaan yang baik dalam operasi aljabar dasar. Perlu penguatan dalam mengubah soal cerita menjadi persamaan.
  • Capaian rendah (nilai 65): Mulai mampu menyelesaikan persamaan linear sederhana dengan bimbingan. Perlu pendampingan dalam operasi bilangan negatif sebagai dasar aljabar.

Perhatikan bahwa kalimat untuk capaian rendah tetap dimulai dari hal yang sudah bisa dilakukan murid.

Mengisi kokurikuler, ekstrakurikuler, dan kehadiran

Kokurikuler: tulis kegiatan yang benar-benar dilakukan dan dimensi profil lulusan yang tampak, misalnya "Aktif mengusulkan ide pengurangan sampah plastik di kantin dan mampu bekerja sama dalam kelompok."

Ekstrakurikuler: "Pramuka: aktif mengikuti latihan dan mampu memimpin regu saat perkemahan." Hindari keterangan satu kata seperti "Baik".

Kehadiran: angka harus cocok dengan rekap presensi. Ketidakcocokan antara rapor dan absen adalah keluhan orang tua yang paling sering muncul saat pembagian rapor.

Kesalahan umum pengisian rapor SMP

  • Deskripsi disalin sama untuk satu kelas, hanya nama yang diganti.
  • Kalimat negatif yang menghakimi, misalnya "malas" atau "tidak mampu".
  • TP yang ditulis tidak pernah diajarkan semester itu.
  • Nilai akhir tinggi, tetapi deskripsi menyebut banyak kekurangan, atau sebaliknya.
  • Ejaan nama murid berbeda dengan data induk.

Daftar cek sebelum rapor dicetak

  • Semua nilai akhir terisi dan sesuai olahan sumatif.
  • Setiap deskripsi menyebut TP yang spesifik.
  • Kalimat "perlu penguatan" bernada membangun.
  • Kehadiran cocok dengan rekap presensi.
  • Catatan wali kelas sudah ditulis (contoh di artikel "Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor per Karakter Murid").
  • Kepala Sekolah sudah memeriksa leger.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah deskripsi rapor SMP harus berbeda untuk setiap murid?

Idealnya ya, minimal pada TP yang dikuasai dan TP yang perlu ditingkatkan. Pola kalimat boleh sama, isinya yang berbeda.

Berapa panjang deskripsi yang ideal?

Dua kalimat, sekitar 25–40 kata per mata pelajaran, sudah cukup jelas bagi orang tua.

Bolehkah menulis kekurangan murid di rapor?

Boleh, dengan bahasa "perlu penguatan" atau "perlu bimbingan" dan menyebut kompetensinya, bukan sifat anak.

Siapa yang mengisi bagian kokurikuler?

Biasanya koordinator kegiatan atau wali kelas, berdasarkan catatan guru yang mendampingi.

Kapan pengisian rapor SMP sebaiknya dimulai?

Mulai mencicil deskripsi setelah setiap sumatif lingkup materi, bukan seminggu sebelum pembagian rapor.

ASIS: Rapor yang Tersusun dari Catatan Harian

Pengisian rapor terasa berat karena guru mengumpulkan semuanya di akhir semester: nilai di buku, presensi di map lain, catatan perilaku di ingatan. Akibatnya deskripsi menjadi generik dan angka kehadiran sering tidak cocok.

ASIS menyatukan semuanya dalam satu data murid. Nilai sumatif yang diinput guru, presensi per mapel lewat QR atau wajah, catatan perkembangan di profil murid, dan data ekstrakurikuler langsung terbaca di e-Rapor Kurikulum Merdeka. Guru tinggal menyempurnakan deskripsi, wali kelas memeriksa, lalu rapor diterbitkan dan bisa dilihat wali murid di aplikasi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Coba e-Rapor ASIS di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.