WAWASAN ASIS

Sistem Administrasi TPQ: Dokumen dan Catatan Wajib

Sistem administrasi TPQ yang tertib: daftar dokumen kelembagaan, buku santri, catatan pembelajaran, keuangan, dan arsip yang perlu disiapkan pengurus.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Pesantren
Ilustrasi pengurus TPQ merapikan dokumen kelembagaan, buku santri, dan arsip keuangan

Sistem administrasi TPQ adalah susunan dokumen dan catatan yang membuat Taman Pendidikan Al-Qur'an bisa mempertanggungjawabkan kegiatannya: kepada wali santri, takmir atau yayasan, donatur, dan Kementerian Agama setempat. Tanpa sistem administrasi TPQ yang tertib, lembaga yang sudah berjalan bertahun-tahun pun bisa kesulitan saat diminta data jumlah santri, laporan infak, atau bukti kegiatan. Artikel ini merinci dokumen dan catatan wajib dalam lima kelompok, lengkap dengan siapa penanggung jawab dan seberapa sering diperbarui.

Pembahasan tentang cara merapikan administrasi les mengaji yang lebih kecil ada di "Administrasi TPQ Les Mengaji: Panduan agar Rapi". Artikel ini lebih cocok untuk TPQ yang sudah berbentuk lembaga dengan pengurus.

Pengurus TPQ menyusun buku santri, catatan pembelajaran, dan laporan keuangan

Kelompok 1: dokumen kelembagaan

Dokumen ini jarang berubah, tetapi paling sering dicari saat TPQ mengajukan bantuan, mendaftar ke lembaga koordinator, atau diperiksa.

Dokumen Keterangan Diperbarui
Akta pendirian atau SK takmir/yayasan Dasar keberadaan TPQ Saat ada perubahan
Izin operasional atau tanda terdaftar Dari Kementerian Agama kabupaten/kota; rujuk ketentuan setempat Sesuai masa berlaku
Struktur organisasi dan SK pengurus Kepala TPQ, sekretaris, bendahara Setiap pergantian
Visi, misi, dan program kerja Arah TPQ satu tahun Tahunan
Data lembaga Alamat, nomor statistik bila ada, rekening, kontak Saat berubah

Simpan salinan digital setiap dokumen. Kertas asli disimpan di map tersendiri yang tidak dibawa keluar.

Kelompok 2: administrasi santri dan wali

Buku induk santri

Buku induk memuat data tetap: nomor induk, nama, tempat dan tanggal lahir, nama wali, alamat, tanggal masuk, tanggal keluar, dan alasan keluar. Buku induk tidak dihapus walaupun santri sudah lulus.

Formulir pendaftaran

Simpan formulir asli santri baru, termasuk persetujuan wali tentang penggunaan data dan foto kegiatan. Data anak termasuk data pribadi yang dilindungi UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, dan pemrosesannya memerlukan persetujuan orang tua atau wali.

Daftar santri per kelompok

Daftar ini berubah setiap kali santri naik jilid atau pindah kelompok. Inilah dokumen yang paling cepat usang bila masih ditulis tangan.

Buku mutasi santri

Catat santri masuk, keluar, dan pindah kelompok beserta tanggalnya. Buku ini menjawab pertanyaan "berapa santri kita tahun lalu?" yang sering muncul saat laporan.

Kelompok 3: administrasi pembelajaran

Catatan Isi Pengisi Frekuensi
Presensi santri Hadir, izin, sakit, alpa Ustazah Setiap pertemuan
Kartu prestasi atau buku kemajuan Jilid, halaman, nilai kelancaran Ustazah Setiap pertemuan
Buku setoran hafalan Surat atau ayat yang disetorkan Ustazah atau muhafiz Setiap setoran
Jadwal dan pembagian kelompok Hari, jam, ustazah, ruangan Kepala TPQ Per semester
Hasil tes kenaikan jilid Tanggal, penguji, hasil Kepala TPQ Setiap tes
Rapor santri Ringkasan semester Ustazah dan kepala TPQ Per semester
Daftar lulusan atau wisuda Santri yang lulus tes akhir Kepala TPQ Tahunan

Catatan pembelajaran inilah yang paling bernilai bagi wali santri. Bila hanya ada di kartu yang dibawa pulang, risikonya hilang atau rusak cukup besar.

Kelompok 4: administrasi ustaz dan pengurus

  • Data ustaz dan ustazah: nama, kontak, pendidikan, metode yang dikuasai, sertifikat pelatihan bila ada.
  • Presensi ustaz: berguna untuk pembagian insentif atau bisyarah yang adil.
  • SK penugasan: kelompok yang diajar dan jabatan tambahan.
  • Notulen rapat: keputusan rapat pengurus dan ustazah.
  • Catatan pelatihan: kapan dan pelatihan apa yang diikuti.

Kelompok 5: administrasi keuangan dan sarana

Keuangan

  • Buku kas umum: semua pemasukan dan pengeluaran.
  • Daftar infak santri per bulan: siapa sudah membayar, siapa belum.
  • Bukti transaksi: nota, kuitansi, bukti transfer.
  • Catatan donasi dan bantuan: dari siapa, berapa, untuk apa.
  • Laporan keuangan bulanan dan tahunan untuk takmir, yayasan, atau donatur.

Pisahkan rekening atau setidaknya buku kas TPQ dari kas masjid agar laporan jelas.

Sarana

  • Daftar inventaris: meja lipat, papan tulis, buku jilid, mushaf, kipas angin.
  • Catatan peminjaman ruang atau barang.
  • Catatan kerusakan dan perbaikan.

Ringkasan penanggung jawab

Peran Dokumen yang dipegang
Kepala TPQ Kelembagaan, jadwal, tes jilid, rapor, notulen
Sekretaris Buku induk, pendaftaran, mutasi, data ustaz
Bendahara Kas umum, infak, bukti transaksi, laporan keuangan
Ustazah Presensi, kartu prestasi, setoran hafalan

Kesalahan umum dalam administrasi TPQ

  • Semua dokumen dipegang satu orang. Saat orang itu pindah, arsip ikut hilang. Bagi sesuai tabel di atas.
  • Kas TPQ bercampur dengan kas pribadi atau kas masjid. Laporan menjadi sulit dipercaya meskipun tidak ada niat buruk.
  • Buku induk berhenti diisi. Santri baru hanya ditulis di daftar kelompok, sehingga beberapa tahun kemudian jumlah santri tidak bisa dihitung.
  • Tidak ada persetujuan wali untuk foto kegiatan. Foto santri diunggah ke media sosial tanpa izin keluarga.
  • Arsip disimpan di tempat lembap. Kertas rusak dan dimakan rayap, padahal tidak punya salinan.

Daftar cek audit administrasi tahunan

  • Izin operasional atau tanda terdaftar masih berlaku.
  • Buku induk lengkap sampai santri terakhir yang masuk.
  • Jumlah santri di buku induk cocok dengan daftar kelompok.
  • Rapor semester terarsip.
  • Laporan keuangan 12 bulan lengkap dengan bukti.
  • Inventaris diperiksa fisik.
  • Salinan digital dokumen penting tersimpan di dua tempat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja dokumen wajib dalam sistem administrasi TPQ?

Dokumen kelembagaan, buku induk santri, presensi dan catatan kemajuan, data ustaz, buku kas, dan inventaris. Rincian persyaratan resmi bisa berbeda per daerah, jadi rujuk Kementerian Agama setempat.

Apakah TPQ wajib terdaftar di Kementerian Agama?

TPQ dianjurkan terdaftar agar diakui dan bisa mengakses program pembinaan. Syarat dan prosesnya mengikuti ketentuan Kementerian Agama kabupaten/kota.

Siapa yang sebaiknya memegang buku induk?

Sekretaris, dengan salinan digital yang bisa dibaca kepala TPQ.

Apakah administrasi TPQ boleh sepenuhnya digital?

Boleh untuk catatan harian. Dokumen kelembagaan asli dan bukti transaksi sebaiknya tetap disimpan fisik sebagai arsip.

Berapa lama arsip TPQ perlu disimpan?

Buku induk disimpan permanen. Untuk dokumen lain, tetapkan masa simpan dalam rapat pengurus, misalnya lima tahun untuk bukti keuangan.

ASIS: Administrasi TPQ yang Dicatat Sekali

Administrasi TPQ terasa berat karena satu data ditulis berkali-kali: nama santri di formulir, buku induk, daftar kelompok, daftar infak, dan rapor. Setiap salinan berpeluang salah, dan saat santri pindah kelompok, semua daftar harus diubah.

ASIS bekerja dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data santri dan wali menjadi dasar presensi, catatan hafalan, tagihan infak dengan bukti transfer yang diverifikasi bendahara, rapor, dan inventaris. Wali santri melihat kabar anaknya lewat aplikasi Basmalah dari ekosistem ASIS. Dengan begitu sistem administrasi TPQ tidak lagi bergantung pada satu buku yang dibawa pulang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

Sumber: UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.