WAWASAN ASIS

Modul Ajar Bahasa Indonesia Teks Eksposisi SMA Kelas X

Contoh modul ajar bahasa indonesia teks eksposisi SMA Fase E: tujuan, pertanyaan pemantik, langkah 4 pertemuan, asesmen, dan rubrik menulis siap pakai.

Tim Wawasan ASIS Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Kurikulum & Pembelajaran
Ilustrasi guru dan murid SMA membaca dan menulis teks eksposisi di kelas

Modul ajar bahasa indonesia teks eksposisi SMA ini disusun untuk Fase E (kelas X) dengan empat pertemuan, masing-masing 2 x 45 menit. Murid diajak membaca, membedah, lalu menulis teks eksposisi tentang isu di sekitar sekolah mereka sendiri, sehingga argumen tidak lagi terasa hafalan. Bapak/Ibu bisa langsung memakai, memangkas, atau menyesuaikan contoh di bawah dengan kondisi kelas.

Format ini mengikuti pola contoh sebelumnya, "Modul Ajar Bahasa Indonesia Teks Deskripsi SMP", tetapi dengan tuntutan penalaran yang lebih tinggi sesuai jenjang SMA.

Murid SMA membedah struktur teks eksposisi sebelum menulis karangannya

Informasi umum

Komponen Isi
Satuan pendidikan SMA (contoh: SMA Negeri fiktif di Kabupaten Sleman)
Fase / kelas E / X
Materi Teks eksposisi
Alokasi waktu 4 pertemuan x 2 JP
Kompetensi awal Murid dapat membedakan fakta dan opini dalam teks berita
Dimensi profil lulusan Penalaran kritis, komunikasi, kolaborasi
Sarana Artikel opini dari media nasional, lembar kerja, proyektor atau ponsel
Model Pembelajaran berbasis masalah dengan alur memahami, mengaplikasi, merefleksi

Tujuan pembelajaran

Setelah empat pertemuan, murid dapat:

  1. menjelaskan tesis, argumentasi, dan penegasan ulang dalam teks eksposisi;
  2. mengidentifikasi ciri kebahasaan teks eksposisi, seperti konjungsi kausalitas, istilah teknis, dan kata rujukan;
  3. menilai kekuatan argumen berdasarkan data atau fakta pendukung;
  4. menulis teks eksposisi 300–400 kata tentang isu di lingkungan sekolah dengan struktur yang lengkap.

Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pemahaman bermakna: pendapat yang kuat tidak cukup diucapkan dengan keras; ia perlu alasan, data, dan susunan yang runtut agar bisa meyakinkan orang lain.

Pertanyaan pemantik:

  • Mengapa sebagian usulan di rapat OSIS diterima, sementara yang lain ditolak?
  • Apa bedanya "menurut saya" dengan "berdasarkan data"?
  • Bagaimana cara meyakinkan Kepala Sekolah agar kantin mengurangi plastik?

Langkah pembelajaran

Pertemuan 1: memahami struktur

Pendahuluan (10 menit): guru menampilkan dua paragraf tentang larangan ponsel di kelas, satu berisi opini saja, satu berisi opini dengan alasan dan data. Murid memilih mana yang lebih meyakinkan dan menjelaskan alasannya.

Inti (65 menit):

  • Murid membaca satu artikel opini pendek secara berkelompok.
  • Kelompok menandai tesis dengan warna kuning, argumen dengan hijau, dan penegasan ulang dengan biru.
  • Setiap kelompok mempresentasikan temuannya dalam 3 menit.

Penutup (15 menit): murid menulis satu kalimat tesis tentang isu yang mereka pedulikan di sekolah.

Pertemuan 2: membedah kebahasaan

  • Murid mencari konjungsi kausalitas (sebab, karena, oleh karena itu, akibatnya) dalam teks yang sama.
  • Diskusi: mengapa teks eksposisi memakai istilah teknis dan bagaimana menjelaskannya kepada pembaca awam.
  • Latihan mengubah kalimat lemah menjadi kalimat argumen yang didukung fakta.

Contoh latihan:

  • Kalimat lemah: "Sampah plastik di kantin banyak sekali."
  • Kalimat kuat: "Selama lima hari pengamatan, kelompok kami menghitung rata-rata 140 gelas plastik dibuang di kantin setiap hari."

Pertemuan 3: mengumpulkan data dan menyusun kerangka

  • Murid memilih isu sekolah: antrean kantin, parkir sepeda motor, sampah, jam literasi, atau penggunaan ponsel.
  • Kelompok mengumpulkan data sederhana: wawancara tiga teman, pengamatan 15 menit, atau foto kondisi.
  • Murid menyusun kerangka: satu tesis, tiga argumen, satu penegasan ulang.

Pertemuan 4: menulis dan saling menilai

  • Murid menulis teks eksposisi secara individu (45 menit).
  • Pertukaran naskah: setiap murid memberi dua pujian dan satu saran kepada teman memakai rubrik.
  • Refleksi singkat.

Asesmen

Jenis Bentuk Waktu
Diagnostik Pertanyaan lisan tentang fakta dan opini Awal pertemuan 1
Formatif Lembar kerja struktur dan kebahasaan, umpan balik teman Pertemuan 1–4
Sumatif Teks eksposisi 300–400 kata Akhir pertemuan 4

Rubrik penilaian menulis

Kriteria 4 (sangat baik) 3 (baik) 2 (cukup) 1 (perlu bimbingan)
Tesis Jelas, spesifik, dapat diperdebatkan Jelas, kurang spesifik Ada, tetapi kabur Tidak ada
Argumen Tiga argumen didukung data Dua argumen didukung data Argumen tanpa data Hanya opini
Penegasan ulang Menguatkan tesis dengan kalimat baru Mengulang tesis Kurang terkait Tidak ada
Kebahasaan Konjungsi dan istilah tepat Sebagian tepat Banyak kekeliruan Tidak memperhatikan
Ejaan (EYD Edisi V) Hampir tanpa kesalahan Sedikit kesalahan Cukup banyak Sangat banyak

Diferensiasi

  • Murid yang belum siap: diberi kerangka kalimat ("Saya berpendapat bahwa ... karena ...").
  • Murid yang sudah mahir: diminta menambahkan satu kontra-argumen dan membantahnya.
  • Murid yang lebih nyaman berbicara: boleh merekam argumen secara lisan lebih dulu, lalu menuliskannya.

Refleksi murid dan guru

Pertanyaan refleksi murid:

  • Bagian mana yang paling sulit: mencari data atau menyusun kalimat?
  • Jika menulis ulang, argumen mana yang akan kamu ganti?

Pertanyaan refleksi guru:

  • Berapa murid yang tesisnya masih berupa fakta, bukan pendapat?
  • Apakah data yang dikumpulkan murid cukup untuk mendukung argumen?

Lampiran yang disiapkan

  • Satu atau dua artikel opini pendek dari media nasional atau situs resmi.
  • Lembar kerja pemetaan struktur berwarna.
  • Rubrik menulis yang dibagikan sejak pertemuan 1.
  • Daftar isu sekolah sebagai pilihan topik.

Cara menyesuaikan modul dengan kelas Bapak/Ibu

Tidak ada modul ajar bahasa indonesia teks eksposisi SMA yang cocok untuk semua kelas. Bila jam pelajaran terpotong kegiatan sekolah, gabungkan pertemuan 2 dan 3 dengan memberi tugas pengumpulan data sebagai pekerjaan rumah. Bila kelas sangat besar, penilaian teman bisa dilakukan berpasangan alih-alih berkelompok. Di sekolah dengan akses internet terbatas, cetak artikel opini lebih dulu dan bagikan per kelompok.

Yang sebaiknya tidak dihapus adalah langkah mengumpulkan data sendiri. Di bagian inilah murid merasakan perbedaan antara pendapat dan argumen.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa struktur teks eksposisi yang diajarkan di SMA?

Tesis atau pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang. Murid juga belajar ciri kebahasaannya.

Berapa lama alokasi waktu modul teks eksposisi?

Umumnya 3–4 pertemuan. Contoh di atas memakai empat pertemuan agar murid sempat mengumpulkan data sendiri.

Bagaimana jika murid kesulitan mencari data?

Gunakan data sederhana dari lingkungan sekolah: hitungan, wawancara, atau pengamatan singkat. Tidak harus statistik nasional.

Apakah modul ajar bahasa indonesia teks eksposisi SMA ini bisa dipakai di SMK atau MA?

Bisa. Ganti contoh isu dengan konteks bengkel, praktik kerja, atau kegiatan madrasah agar lebih dekat dengan murid.

Bagaimana menilai teks eksposisi secara adil?

Bagikan rubrik di awal, nilai berdasarkan kriteria, dan beri umpan balik tertulis singkat pada setiap kriteria.

ASIS: Perangkat Ajar dan Nilai di Satu Tempat

Guru Bahasa Indonesia sering menyimpan modul di laptop, lembar kerja di grup pesan, dan nilai di buku sendiri. Saat rapor tiba, semuanya harus dikumpulkan ulang dan rubrik yang sudah dipakai sulit dilacak.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, tugas online yang bisa dikumpulkan murid dari ponsel, jurnal mengajar, dan penilaian yang langsung mengalir ke e-Rapor. Pustaka di pustaka.asis.id menyediakan buku pelajaran pemerintah dan alur perencanaan CP, TP, hingga ATP, sementara Studio di studio.asis.id membantu membuat kuis interaktif untuk pemanasan materi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Simpan modul ajar bahasa indonesia teks eksposisi SMA ini beserta nilai murid di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.